Detail Berita
PERKUAT SINERGI LINTAS BATAS: CAMAT MEDAN HELVETIA DAN CAMAT SUNGGAL GELAR RAPAT KOORDINASI ATASI BANJIR HINGGA TAWURAN

PERKUAT SINERGI LINTAS BATAS: CAMAT MEDAN HELVETIA DAN CAMAT SUNGGAL GELAR RAPAT KOORDINASI ATASI BANJIR HINGGA TAWURAN

Rabu, 15 April 2026, 08:48:17 | Dibaca: 16


Medan – Permasalahan wilayah perbatasan seringkali memerlukan penanganan kolektif antar-daerah. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kecamatan Medan Helvetia (Kota Medan) dan Pemerintah Kecamatan Sunggal (Kabupaten Deli Serdang) menggelar Rapat Koordinasi Lintas Batas di Kantor Kepala Desa Helvetia Sunggal, Senin (13/4/2026).
Rapat krusial ini dipimpin langsung oleh Camat Medan Helvetia bersama Camat Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Pertemuan ini juga dihadiri oleh jajaran strategis dari kedua wilayah, termasuk Sekretaris Kecamatan, para Lurah se-Kecamatan Medan Helvetia, serta Kepala Desa Helvetia dan Kepala Desa Tanjung Gusta dari sisi Deli Serdang.
Ada tiga agenda utama yang menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut: penanganan sampah liar, pengendalian aksi tawuran remaja, dan normalisasi saluran drainase yang menjadi pemicu banjir di wilayah perbatasan.
Darurat Sampah Liar dan Komitmen Posko Bersama
Dalam pembahasan pertama, terungkap bahwa tumpukan sampah liar masih menghiasi ruas Jalan Sumarsono, Gang Banten, dan beberapa titik lainnya. Lokasi-lokasi ini memerlukan perhatian ekstra dari Pemerintah Kecamatan Sunggal karena berada di wilayah administratif mereka namun berdampak langsung pada estetika dan kebersihan warga sekitar.
Menanggapi hal ini, pihak Kecamatan Sunggal menyatakan komitmennya untuk segera menurunkan personil dan armada pengangkut sampah guna membersihkan titik-titik tersebut. Selain itu, direncanakan pula pembangunan posko pengawasan untuk mencegah warga membuang sampah sembarangan di masa mendatang.
Meredam Konflik Sosial di Perbatasan
Isu keamanan juga menjadi bahasan hangat. Aksi tawuran kerap pecah di Jalan Sumarsono, Jalan Istiqomah, hingga persimpangan pintu tol. Berdasarkan laporan di lapangan, konflik sering kali dipicu oleh pergerakan kelompok warga dari wilayah Deli Serdang yang melakukan penyerangan ke arah Kelurahan Helvetia Tengah.
Sebagai solusi konkret, Kepala Desa Helvetia Sunggal berjanji akan melakukan pendekatan persuasif dengan mengumpulkan kelompok-kelompok pemuda atau geng motor di wilayahnya. Di sisi lain, Lurah Helvetia Tengah juga akan mengintensifkan edukasi kepada warganya agar tidak terpancing konflik, sembari memperkuat patroli bersama antar-wilayah.
Solusi Drainase dan Sengketa Penutupan Crossing
Masalah banjir menjadi poin pembahasan yang paling teknis. Diketahui terdapat 7 titik saluran atau crossing di wilayah Medan Helvetia (3 titik di Helvetia Tengah dan 4 titik di Kelurahan Helvetia). Namun, terungkap fakta bahwa 1 titik crossing ditutup secara sepihak oleh pihak Desa Helvetia Sunggal.
"Penutupan tersebut dilakukan karena kapasitas drainase di wilayah desa sudah tidak mencukupi, sehingga menyebabkan banjir parah di pemukiman kami," ungkap Kepala Desa Helvetia Sunggal dalam rapat tersebut. Ia juga menuding adanya penyempitan aliran oleh pihak Graha Helvetia sebagai penyebab utama, yang hingga kini belum mencapai kesepakatan meski telah dilakukan audiensi.
Kesepakatan Akhir
Rapat koordinasi ini menghasilkan kesepakatan strategis di mana kedua belah pihak sepakat untuk melakukan normalisasi drainase secara serentak di kedua wilayah kecamatan. Aliran air akan diarahkan secara optimal menuju Sungai Badera guna meminimalisir luapan air saat intensitas hujan tinggi.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik balik bagi harmonisasi pembangunan dan keamanan di wilayah perbatasan antara Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang demi kenyamanan seluruh warga.

Laporan: Koresponden Helvetia